Jumat, 12 April 2013

Puisi - Oase Kampus Putih


OASE KAMPUS PUTIH
oleh : N Alfian A


yang busuk tidak selamanya menang
bagaikan bau yang terungkap aromanya
kebenaran pasti akan datang seiring irama
lantunan keniscayaan tulus yang merekah dari hati
membawa perubahan untuk setiap keadilan
menghapus penindasan dari kelompok besar
yang dulunya sok kuasa nantinya
jadi pecundang buat dirinya bahkan
tak berguna meratapi penyesalan
hanya keadilan yang mampu memaafkan
menyinggirkan ego sok kuasa dalam pendidikan
merajut kembali kebenaran yang tlah hilang
kredibilitas kampus bukan milik yang kuning
yang hijau merah punya hak untuk maju
merubah sistem yang busuk menjadi penuh aroma pewangian
menegakkan demonstrasi yg bersih
jauh dari kebohongan
mengayomi yang baru setulus mungkin tanpa
dalih keuntungan yang tabu
kemenangan hanya milik yang tulus
yang busuk lah hanya untuk sang pecundang

(Yogyakarta, 21 Februari 2013, 17:55)
Read More ->>

Puisi - Senja Nan Kelabu


Senja Nan Kelabu
oleh : N Alfian A 


Terlantung-lantung dalam hamparan nirwana
Angin-angin bergemuruh mengajak aku berbicara
Desirannya menuntun aku berimajanisasi dalam khayalan
Oh  khayalan membatasi aku tersengat terbawa terik sinar
Gerah, panas, bercampur membasahi keringat tubuh ini
Menanti angin untuk menyapu benih keringat ini
Segar dan penuh dahaga bila hembusan itu datang
Lelah, letih hilang bagaikan diterjang gelombang pasang
Ku tatap arah awan menandakan perubahan
Senja menghampiriku dengan desiran khas lautan permai
Burung-burung menjadi pelengkap menunduknya cahaya sukma
Gelombang laut tak pernah lelah menerjang gumpalan pasir
Aku masih berdiri menyambut senja diatas desiran gelombang
Ufuk barat semakin redup  terhanyut dalam lautan permai
Kicauan burung  menandai awan akan bergemuruh
Berbaris bagaikan kesatuan yang mau perang
Tepian laut semakin basah oleh terjangan gelombang
Merubah senja menjadi gelisah tersayup hamparan angin
Awan merubah senja menjadi kelabu
Ingin rasanya tubuh ini diterjang gempuran gelombang
Senja tak lagi permai yang penuh dengan kesejukan
Ku rebahkan penat yang selalu menemani diatas gumpalan pasir
Awan tak lagi bersahabat
Memercikkan air matanya menyiram rasa penat yang melanda
Biarlah senja nan kelabu ini menghilangkan rasa penatku
Menanti sang rembulan bersinar namun tak melupakan senja kelabu
Senja kelabu menandai sebuah nirwana merajut asa
Merangkai seuntai bintang walau tak bisa digenggam
Merangkai asa untuk kembali bertemu senja yang permai
Sang surya pasti mendengar keluh kesahku
Membawaku bertemu senja di tepian sapuan gelompang pasang

(Yogyakarta, 12 April 2013, 19:28)
Read More ->>

Jumat, 05 April 2013

Puisi - Entah Apa Itu Dunia?


Entah Apa Itu Dunia?
Oleh: N Alfian A

Kini langkah lunglai, meratap kesejukkan yang hanya fana
Menambah gelisah dalam jeratan lara
Menapaki jalan yang tak pernah lurus
Menguras keruhnya keringat yang menempel dipundak
Menatap awan yang tersenyum walau sebatas angan
Menyentuh angin dengan segenggam tangan
Merajut sukma dengan seberkas harapan
Apakah dunia ini tabu?
Kaki ini tergores rasa sakit yang menjalar sampai ke tulang
Tangan tak bisa bergerak dengan kegelisahannya
Mata memandang hanya sekejap
Apakah dunia ini sunyi?
Mulut membisu bagaikan gumparan cahaya yang redup
Telinga tersendat oleh kerasnya getaran angin
Tubuh terlelap merajut sukma diatas fatamorgana
Apakah dunia ini kausa?
Hingga daratan bagaikan rotan yang terhempas bencana
Sungai meluap bagaikan gelombang laut yang kehausan
Matahari meredup bagaikan listrik terhenang air

Read More ->>

Puisi - Awan, Cinta dan Rumput Gersang


Awan, Cinta dan Rumput Gersang
Oleh : N Alfian A


Awan awan di langit jogja bagaikan romantisme dua sejoli
Melayang bersama-sama mengarungi dunia
Sepercak kelembutan mengkalbu dalam benih-benih udara
Angin-angin bertebaran dengan penuh dahaga
Dewa langit menyerukan gelombang-gelombang kesejukan
Di berbagai sudut-sudut Kota berhembus badai asmara
Menandai lahirnya estetika dua samudra yang berlawanan
Menguras benih-benih fatamorgana dalam butiran-butiran cinta
Cinta yang sebagian orang pada gila akan arti estetikanya
Tertipu karena tak tahu dan merasa sudah tahu
Awan pasti tersenyum melihat cinta terbang terus menggapainya
Memberikan sepucuk bunga matahari biar slalu bersinar
Memberikan minum biar hujan terkendali dengan sesuka hati
Mengurangi kontradiksi biar mendung tak bisa terjadi
Kasihan rumput-rumput di bawah sana
Menanti cinta turun setelah usai menggapai awan
Rumput-rumput menanti awan menyiramnya dengan air-air kesejukan
Manis, tawar bahkan pahitpun rumput-rumput tak mengeluh
Baginya air itu penyemangat ketika mau runtuh
Gersang bagaikan sebuah teman dalam perjalanan hikayatnya
Merajut mimpi-mimpi untuk bisa merubah dinamika keabadian
Awan pun menangis melihat celoteh rumput-rumput yang gersang
Matahari tidak Nampak batang hidungnya ke permukaan bumi
Namun cinta terdiam dalam balutan tangisan awan yang begitu lantang
Dewa langit menyuruh bintang memancar ketika malam datang
Embun pagi menyiram rumput-rumput yang masih tertidur
Angin-angin bergejolak membangkitkan semangat rumput gersang
Cinta menuai benih kerinduan untuk menatap awan yang sedang bercahaya
Cinta tersenyum karena awan tahu kalau
Kehidupan itu saling memberi dan melengkapi
Meberi kenikmatan dengan segala kepunyaan
Melengkapi dengan jeritan kesusahan dan pengorbanan


Read More ->>

Kamis, 04 April 2013

Menanamkan Pendidikan Moral Sejak TK




Modernisasi dan globalisasi dapat masuk ke kehidupan masyarakat melalui berbagai media, terutama media elektronik seperti internet. Karena dengan fasilitas ini semua orang dapat dengan bebas mengakses informasi dari berbagai belahan dunia. Pengetahuan dan kesadaran seseorang sangat menentukan sikapnya untuk menyaring informasi yang didapat. Apakah nantinya berdampak positif atau negatif terhadap dirinya, lingkungan, dan masyarakat. Untuk itu, diperlukan pemahaman agama yang baik sebagai dasar untuk menyaring informasi. Kurangnya filter dan selektivitas terhadap budaya asing yang masuk ke Indonesia, budaya tersebut dapat saja masuk pada masyarakat yang labil terhadap perubahan terutama remaja dan terjadilah penurunan etika dan moral pada masyarakat Indonesia. Jika dilihat pada kenyataannya, efek dari modernisasi dan globalisasi lebih banyak mengarah ke negatif. Kita dapat kehilangan budaya negara kita sendiri dan terbawa oleh budaya barat, jika masyarakat Indonesia sendiri tidak mempelajari  pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia dan tidak menjaga kebudayaan tersebut. Ada baiknya budaya barat yang kita serap disaring terlebih dahulu. Karena tidak semua budaya barat adalah baik. Jika kita terus menerima dan menyerap budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, dapat terjadi penyimpangan etika dan moral bangsa Indonesia sendiri. Melalui penyimpangan etika dan moral tersebut, dapat tercipta pola kehidupan dan pergaulan yang menyimpang.
Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumah tangga, sekolah maupun masyarakat. Pembinaan moral yang dilakukan oleh ketiga institusi ini tidak berjalan menurut semsetinya atau yang sebiasanya. Pembinaan moral dirumah tangga misalnya harus dilakukan dari sejak anak masih kecil, sesuai dengan kemampuan dan umurnya. Karena setiap anak lahir, belum mengertyi man auang benar dan mana yang salah, dan belum tahu batas-batas dan ketentuan moral yang tidak berlaku dalam lingkungannya. Tanpa dibiasakan menanamkan sikap yang dianggap baik untuk manumbuhkan moral, anak-anak akan dibesarkan tanpa mengenal moral itu. Pembinaan moral pada anak dirumah tangga bukan dengan cara menyuruh anak menghapalkan rumusan tentang baik dan buruk, melainkan harus dibiasakan. Zakiah Darajat dalam metode pendidikannya mangatakan, moral bukanlah suatu pelajaran yang dapat dicapai dengan mempelajari saja, tanpa membiasakan hidup bermoral dari sejak keci. Moral itu tumbuh dari tindakan kepada pengertian dan tidak sebaliknya. Seperti halnya rumah tangga, sekolahpun dapat mengambil peranan yang penting dalam pembinaan moral anak didik. Hendaknya dapat diusahakan agar sekolah menjadi lapangan baik bagi pertumuhan dan perkembangan mental dan moral anak didik. Di samping tempat pemberian pengetahuan, pengembangan bakat dan kecerdasan. Dengan kata lain, supaya sekolah merupakan lapangan sosial bagi anak-anak, dimana pertumbuhan mantal, moral dan sosial serta segala aspek kepribadian berjalan dengan baik.
Untuk itu peran pendidikan dan agama sangat berperan untuk menangani krisis moral yang sedang menjadi tren di kalangan remaja saat ini. Pendidikan yang berbasis moral, social, dan keagamaan sangat perlu diterapkan di negeri ini. Karena untuk menanggulangi krisis moral yang sedang menerpa remaja saat ini. Dengan melatih dan membina anak-anak sejak duduk di Taman Kanak-kanak, dengan mengedepankan efektifitas moral, sosial dan agama. Pastinya sistem pendidikan di negeri akan jauh lebih baik lagi, dan hal itu sangat menambah pengetahuan anak ketika mereka akan menginjak remaja. Sehingga ketika saat remaja, mereka sudah terbiasa dan bisa menerapkan kehidupan sosial yang santun dan martabat di kalangan masyarakat. Jiwa sosial juga harus di tanamkan sejak dini, misalnya anak-anak sudah di latih membantu orang-orang yang sedang membutuhkan pertolongan, bersopan santun di masyarakat, dan bergaul di masyarakat secara baik dan benar. Kalau pendidikan berbasis moral, sosial dan agama benar-banar di interpretasi sejak di Taman Kanak-kanak, pasti hal semacam gini bisa mengatasi krisis moral yang terjadi akhir-akhir ini di kalangan remaja saat ini. Untuk pendidikan moral sangat efektif dan berdampak besar untuk di terapkan mulai di Taman Kanak-kanak. Sehingga anak-anak ketika menginjak remaja, mereka di bekali moral-moral yang baik, serta bersosial di masyarakat yang baik dan menjauhi larangan agama.
Sehingga pendidikan moral sejak dini bisa di terapkan dengan baik di negeri ini, serta berpedoman dengan agama dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah di bumi ini. Dengan itu krisis moral bisa teratasi bila kita sadar betul pentingnya ilmu agama sebagai benteng dan bekal hidup kita di dunia dan akhirat. 
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.